Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ngerinya Panas Ekstrem di Afrika, Bahkan Unta Menderita

Panas ekstrem di Afrika menghancurkan populasi unta. Wilayah Afar, Etiopia, mencatat kematian massal akibat suhu melampaui 50°C. Penggembala seperti Ali Umer kehilangan delapan anak unta dalam sebulan karena panas. Kaki unta melepuh, mata berair, dan kulit terbakar.

Data menunjukkan krisis meluas. Di Somalia, 46% keluarga pemilik unta terdampak, dengan tingkat kematian hingga 73% di Sool. Kenya mencatat peningkatan 15% kematian unta dalam dua tahun terakhir. Studi di Aljazair menunjukkan kematian signifikan selama gelombang panas. WMO melaporkan suhu di atas 50°C di Afrika Utara pada 2024, dengan pemanasan 0,43°C per dekade sejak 1991.

Unta mampu bertahan hingga 40°C, namun panas di atas 41-45°C merusak sel dan menyebabkan stres. Dampaknya: dehidrasi, penyakit, penurunan susu, gangguan reproduksi. Penggembala di Etiopia memindahkan unta ke selatan demi air dan vegetasi.

Berita terkait