Negara Darurat, Lembaga Pemerintah Lumpuh Seketika
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sistem komputer Biro Alkohol, Senjata Api, dan Bahan Peledak (ATF) Amerika Serikat berhasil dibobol oleh sebuah kelompok peretas, sehingga dinilai sebagai serangan besar. ATF menyatakan bahwa sistem yang terdampak telah dimatikan dan tidak terhubung dengan sistem lain seperti manajemen kasus, laboratorium, atau eForms. Insiden ini telah dikoordinasikan dengan Departemen Kehakiman (DOJ). Pihak ATF belum mengungkapkan identitas pelaku pembobolan tersebut. Di sisi lain, kelompok ransomware yang diduga berasal dari Rusia, Qilin, mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini melalui pengumuman di situs web mereka. Namun, Qilin tidak menyertakan sampel data dalam klaimnya, dan belum ada informasi resmi mengenai jenis atau jumlah data yang dicuri. Pembobolan ini sangat mengkhawatirkan karena berpotensi membocorkan data penegakan hukum sensitif, termasuk rincian penyelidikan yang sedang berjalan. Status sebagai insiden besar juga berarti ancaman terhadap keamanan nasional atau kebebasan sipil, serta kewajiban pelaporan kepada Kongres.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 21.47
Serangan Siber Indonesia Tembus 257 Juta, Setara 16 Serangan per Detik
Berita terkait
Awas! Hacker SilverFox Incar Perusahaan di RI Pakai AI Claude Palsu
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 10.15
Serangan Siber di Indonesia Melonjak: 16 Serangan Tiap Detik
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 21.45
Ngeri! Indonesia Digempur 257 Juta Kali Serangan Siber, Ini yang Diincar Hacker
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 12.10
Malapetaka Menghantam Amerika, Ratusan Sudah Jadi Korban
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 21.00