Jakarta · Jumat, 28 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Negara Darurat, Lembaga Pemerintah Lumpuh Seketika

Sistem komputer Biro Alkohol, Senjata Api, dan Bahan Peledak (ATF) Amerika Serikat berhasil dibobol oleh sebuah kelompok peretas, sehingga dinilai sebagai serangan besar. ATF menyatakan bahwa sistem yang terdampak telah dimatikan dan tidak terhubung dengan sistem lain seperti manajemen kasus, laboratorium, atau eForms. Insiden ini telah dikoordinasikan dengan Departemen Kehakiman (DOJ). Pihak ATF belum mengungkapkan identitas pelaku pembobolan tersebut. Di sisi lain, kelompok ransomware yang diduga berasal dari Rusia, Qilin, mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini melalui pengumuman di situs web mereka. Namun, Qilin tidak menyertakan sampel data dalam klaimnya, dan belum ada informasi resmi mengenai jenis atau jumlah data yang dicuri. Pembobolan ini sangat mengkhawatirkan karena berpotensi membocorkan data penegakan hukum sensitif, termasuk rincian penyelidikan yang sedang berjalan. Status sebagai insiden besar juga berarti ancaman terhadap keamanan nasional atau kebebasan sipil, serta kewajiban pelaporan kepada Kongres.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait