Nepal Desak Meta dan TikTok Segera Hapus Konten AI-Hoaks Banjir Bandang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Nepal mendesak Meta dan TikTok untuk segera menghapus konten hoaks berupa gambar dan video hasil kecerdasan buatan (AI), kode QR donasi palsu, serta video lama yang disebarkan seolah-olah kejadian baru, setelah banjir bandang melanda Nepal pada 26 Agustus 2025. Dalam pertemuan pada 28 Agustus, pemerintah meminta kedua platform untuk menghapus tautan ke konten bermasalah dan mengoptimalkan algoritma agar konten berbahaya diblokir otomatis saat diunggah. Bijay Kumar Roy, koordinator Satgas Media Sosial dan Direktur NTA, menekankan pentingnya koordinasi langsung dengan pengelola platform karena penyedia internet hanya bisa memblokir domain secara keseluruhan. Pemerintah juga menemukan kode QR palsu yang digunakan untuk menggalang donasi seolah-olah untuk korban banjir, yang berisiko menyelewengkan dana bantuan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 17.56
Nepal Minta Meta dan TikTok Hapus Konten AI soal Banjir Bandang
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 21.45
Duka Nepal dan Tibet, Korban Banjir Bandang Sentuh 633 Jiwa
Media Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 21.44
Banjir Bandang Nepal: 184 Turis Asing Dievakuasi, 420 Orang masih Hilang
Media Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 21.41
Nepal Akhirnya Terima Bantuan Asing untuk Evakuasi Korban Banjir Bandang
Berita terkait
Ngeri, Segini Kerugian Negara Akibat Banjir Bandang Nepal
CNBC Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 17.15
Korban Tewas Akibat Banjir Bandang Nepal Tembus 623 Orang
VOI · 29 Agustus 2026 pukul 17.01
Korban Banjir Bandang di Nepal Capai 623 Orang Hari ini
Media Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 16.50
Banjir Bandang Mematikan di Nepal, Apakah Krisis Iklim Berperan?
CNN Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 15.20