Networking Rebahan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
.jpeg)
Seorang penulis JPNN.com mengaku tersalah paham dianggap sebagai 'perusuh' dalam sebuah pertemuan di Gondang, dekat Pacet. Ia lalu berbagi cerita tentang meja panjang di DIC Farm yang terbuat dari kayu randu. Dulunya, kayu ini digunakan sebagai bantal para santri di sebuah pondok. Namun, seiring waktu, pohon randu di lahan tersebut pun menjadi langka. Saat ini, hanya tersisa dua pohon besar yang tumbuh subur. Salah satunya terhalang oleh sawah di sebelah barat, sehingga penyinaran matahari pagi tidak optimal. Akhirnya, penulis memutuskan untuk menebang pohon itu dan mengubah kayunya menjadi sebuah meja. Kayu yang tidak laku dijual pun akhirnya diberdayakan dengan cara yang tidak terduga.
Bagikan
Berita terkait
Bursa Ketum PBNU Memanas, Sejumlah Nama Berpotensi Terganjal Aturan Organisasi
JPNN.com · 25 Agustus 2026 pukul 05.00
Pengamat: NU Jangan Sampai Berada Dalam Kendali Kekuasaan
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 21.43
Ketum PBNU Berpeluang Dipilih oleh AHWA, Ini Dua Opsi Mekanismenya
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 15.02
Muktamar NU Akan Pilih 9 AHWA Lebih Dulu, Baru Tentukan Rais Aam dan Ketum
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 14.43