Otak Mini dari Sel Manusia Hidup 6 Tahun di Lab: Punya Ingatan & Menua
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Para ilmuwan dari Harvard University dan Broad Institute berhasil mempertahankan organoid otak manusia hidup di laboratorium selama hampir enam tahun, melampaui rekor sebelumnya sebesar 694 hari. Organoid ini, berukuran sebesar butir lada dan mengandung lebih dari 1 juta sel korteks serebral, terus berkembang dan mengalami perubahan seperti pembentukan neuron, sel glia, serta pembentukan koneksi saraf yang menghasilkan sinyal listrik. Penelitian ini, yang terbit di jurnal Nature, membuktikan bahwa organoid tidak hanya bertahan hidup tetapi juga meniru perkembangan otak manusia pada tahap awal secara signifikan.
Temuan penting lainnya adalah kemampuan sel-sel dalam organoid 'mengingat' durasi perkembangannya. Saat neuron dari organoid yang lebih tua dipindahkan ke organoid yang lebih muda, sel tersebut tetap berkembang sesuai dengan usianya, bahkan mempercepat pembentukan sel yang seharusnya membutuhkan dua hingga tiga bulan hanya dalam dua minggu. Hal ini mengindikasikan adanya mekanisme 'jam internal' yang mengatur perkembangan sel, mirip dengan proses alami pada otak manusia.
Dengan kemampuan ini, para ilmuwan dapat mempelajari perkembangan otak manusia lebih jauh, termasuk studi terkait penyakit dan sistem saraf, tanpa perlu menunggu bertahun-tahun. Namun, salah satu tantangan utama adalah mempercepat pematangan organoid yang sudah dewasa untuk memperluas aplikasi penelitian biomedis di masa depan.
Bagikan
Berita terkait
Organoid Otak Bertahan Hampir Enam Tahun, Ikuti Ritme Perkembangan Otak Manusia
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 14.45
Harvard Setuju Bayar Rp 945 M di Kasus Penjualan Organ Manusia
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 17.54
Harvard Kantongi Saham SpaceX Rp 39,2 Triliun, Raup Cuan dari Elon Musk
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 03.00
Nepal Banjir Bandang, Ahli Warning Bom Air dari China Tunggu Meledak
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 11.10