Pakar: Daratan Baru Dekat Anak Krakatau Bukan "Cucu Krakatau"
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Daratan baru seluas 32,8 hektare muncul di sekitar Gunung Anak Krakatau akibat akumulasi material vulkanik seperti abu, batuan, dan lava. Pakar dari IABI, Daryono, menegaskan bahwa fenomena ini adalah proses sedimentasi vulkanik, bukan pembentukan gunung api baru atau "cucu Krakatau", karena tidak memiliki saluran magma mandiri, aktivitas erupsi sendiri, maupun struktur geologis terpisah.
Terbentuknya daratan ini dipengaruhi oleh dasar laut yang dangkal di area kaldera serta dinamika arus Selat Sunda. Keberadaan daratan tersebut bersifat dinamis; dapat meluas jika erupsi berlanjut atau hilang akibat abrasi dan longsor bawah laut. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mematuhi radius aman 2 kilometer dari pusat erupsi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 16.24
Memahami Pola Erupsi Gunung Api Lewat Jejak Geologi
Berita terkait
Pakar Beri Penjelasan Soal Kemunculan Daratan Baru "Cucu Krakatau"
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 10.26
Gunung Anak Krakatau Alami Pertumbuhan Cepat, Ancaman Keruntuhan tidak Sebabkan Tsunami
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 15.00
Anak Krakatau Tumbuh Lagi, Kini Berbeda dari Sebelum Tsunami 2018
Detik.com · 15 September 2026 pukul 07.15
BRIN Ungkap Fase Anak Krakatau, Masih Jauh dari Letusan Dahsyat Seperti 1883
Detik.com · 14 September 2026 pukul 14.22