Anak Krakatau Tumbuh Lagi, Kini Berbeda dari Sebelum Tsunami 2018
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gunung Anak Krakatau kembali tumbuh setelah sebagian tubuhnya runtuh dan memicu tsunami pada 2018. Namun, Profesor Sebastian Watt dari University of Birmingham menjelaskan bahwa struktur gunung saat ini berbeda dengan kondisi sebelum 2018. Meskipun tubuh gunung masih lebih rendah dari sebelumnya, diameter pulau kini menjadi lebih lebar.
Pasca-keruntuhan, terjadi lonjakan laju erupsi yang sangat tinggi sebelum akhirnya melambat. Karena perubahan pola pertumbuhan dan struktur fisik ini, ilmuwan menekankan bahwa data sebelum 2018 tidak bisa digunakan secara langsung untuk menggambarkan kondisi saat ini. Pemantauan berkelanjutan terhadap akumulasi material vulkanik sangat penting untuk memprediksi aktivitas gunung di masa depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 14 September 2026 pukul 18.16
Diisukan meletus hebat, BRIN sebut Anak Krakatau masih fase inkubasi
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 13.40
Heboh Air Laut Surut Usai Anak Krakatau Erupsi, Ini Kata Badan Geologi
Berita terkait
BRIN Ungkap Fase Anak Krakatau, Masih Jauh dari Letusan Dahsyat Seperti 1883
Detik.com · 14 September 2026 pukul 14.22
Erupsi Anak Krakatau Siaga III, Profesor BRIN Ingatkan Bahaya Tsunami Tanpa Gempa
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 08.00
Anak Krakatau Berubah Bentuk, Ahli Ingatkan Bahaya Lontaran Vulkanik
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 17.45
Fenomena Anak Krakatau Ini Tak Bisa Disepelekan, Taruhannya Nyawa
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 13.32