Para Miliarder AI Makin Menggila dengan Mainan Mewahnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Di tengah penurunan penjualan ritel AS sebesar 0,6 persen dan tekanan inflasi global, kaum miliarder baru dari sektor AI justru mengalami lonjakan kekayaan. Data Financial Times menunjukkan jumlah miliarder di AS naik 13 persen antara April 2025 hingga 2026, dengan penambahan sekitar 3.302 individu berkekayaan bersih lebih dari sepuluh digit.
Kekayaan ini memicu permintaan tinggi terhadap barang mewah seperti jet pribadi, superyacht, dan supercar. Berbeda dengan orang kaya lama, miliarder AI cenderung mengutamakan efisiensi, privasi, dan kesehatan daripada pamer status sosial. Hal ini memaksa penyedia layanan kemewahan untuk beradaptasi dengan preferensi generasi baru yang lebih mengutamakan fungsionalitas privat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 21.00
Gen Z Ini Menjadi Miliarder Termuda di Eropa yang Bangun Kekayaan Sendiri
Berita terkait
Merdeka in the Age of Machines
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 07.35
Ramalan Musk Soal Dolar dan AI jadi Sorotan Tajam, AS Bakal Bangkrut?
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 16.05
"Petaka Baru Dunia" Diumumkan PBB, 67 Juta Anak Muda Bisa Kena
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 11.00
Meta Prediksi Perdagangan Berbasis AI Akan Tumbuh Hingga USD 5 Triliun
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 18.02