Jakarta · Rabu, 23 September 2026Cari
WargaKonoha

PBB Kasih Peringatan Bahaya, Satu Dunia Diminta Siaga Penuh

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan bahaya kecerdasan buatan (AI) dalam pidatonya di depan Majelis Umum PBB. Guterres mendesak dunia untuk bersiaga penuh dan menjinakkan "monster" AI yang berkembang tanpa kendali yang memadai. Ia menuntuk adanya kerangka kerja manajemen risiko multilateral yang ketat dan independen, serta kolaborasi negara-negara untuk mengevaluasi dan mengurangi risiko AI.

Peringatan ini muncul di tengah perpecahan geopolitik global, terlihat dari absennya sejumlah pemimpin ekonomi besar seperti Presiden China Xi Jinping, serta pemimpin dari Afrika Selatan, India, dan Jerman. Di sisi lain, posisi PBB semakin terpojok akibat kritik keras, termasuk dari Presiden AS Donald Trump yang memangkas pendanaan dan menilai PBB sudah usang.

Guterres menekankan urgensi pengamanan AI, sementara Washington justru menolak regulasi baru. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengungkapkan usulan mekanisme pemberitahuan keselamatan AI untuk dibahas dalam KTT Trump-Xi. Di tingkat global, tekanan dari protes internal perusahaan hingga mundurnya peneliti top akibat kekhawatiran AI bisa memusnahkan umat manusia terus berkobar.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait