PBB Kasih Peringatan Bahaya, Satu Dunia Diminta Siaga Penuh
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan bahaya kecerdasan buatan (AI) dalam pidatonya di depan Majelis Umum PBB. Guterres mendesak dunia untuk bersiaga penuh dan menjinakkan "monster" AI yang berkembang tanpa kendali yang memadai. Ia menuntuk adanya kerangka kerja manajemen risiko multilateral yang ketat dan independen, serta kolaborasi negara-negara untuk mengevaluasi dan mengurangi risiko AI.
Peringatan ini muncul di tengah perpecahan geopolitik global, terlihat dari absennya sejumlah pemimpin ekonomi besar seperti Presiden China Xi Jinping, serta pemimpin dari Afrika Selatan, India, dan Jerman. Di sisi lain, posisi PBB semakin terpojok akibat kritik keras, termasuk dari Presiden AS Donald Trump yang memangkas pendanaan dan menilai PBB sudah usang.
Guterres menekankan urgensi pengamanan AI, sementara Washington justru menolak regulasi baru. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengungkapkan usulan mekanisme pemberitahuan keselamatan AI untuk dibahas dalam KTT Trump-Xi. Di tingkat global, tekanan dari protes internal perusahaan hingga mundurnya peneliti top akibat kekhawatiran AI bisa memusnahkan umat manusia terus berkobar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 23 September 2026 pukul 14.34
Trump Serukan Semua Negara Keluar dari ICC!
Detik.com · 23 September 2026 pukul 14.29
MenPAN-RB: Lulusan BSSN Hadir sebagai Benteng Pertahanan Siber
ANTARA News · 23 September 2026 pukul 13.59
Menkomdigi hadiri forum PBB tentang perlindungan anak dari risiko AI
Detik.com · 23 September 2026 pukul 12.13
Pidato di Sidang Umum PBB, Trump Ucap Terima Kasih ke Indonesia soal Gaza
Berita terkait
6 Poin Pidato Trump di Sidang PBB: Iran, Nama Baru AI dan Negara Gagal
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 11.00
Trump Ganti Nama AI Jadi Super Intelligence (SI) di Semua Dokumen Negara AS
kumparan · 23 September 2026 pukul 10.16
Breaking News! Tak Takut Dengan Trump, Presiden Iran Tiba di New York
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 08.05
Donald Trump Ubah Nama AI Jadi SI, Alasannya Tak Terduga
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 07.05