Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

46 Orang Ditangkap Kasus Terorisme, Pemerintah Ungkap Peran Pengusaha

Pemerintah Rusia menuduh pendiri Telegram, Pavel Durov, terlibat dalam kasus terorisme. Dinas rahasia Rusia mengklaim bahwa dinas intelijen Ukraina menggunakan chatbot kencan bernama Daivinchik/Leo di Telegram untuk merekrut pemuda Rusia dengan menyamar sebagai wanita muda, menjebak mereka melakukan tindakan kriminal seperti sabotase dan terorisme.

Sebanyak 46 warga negara Rusia berusia 12 hingga 22 tahun telah ditangkap dalam setahun terakhir terkait kasus ini. Mereka direkrut untuk menyerang aparat penegak hukum atau membakar fasilitas infrastruktur transportasi, energi, komunikasi, dan keuangan. Akibat tuduhan tersebut, Durov dimasukkan ke daftar buronan internasional, meskipun mekanisme hukumnya belum dijelaskan secara detail.

Durov saat ini tinggal di Dubai, Uni Emirat Arab, dan ekstradisi bisa merusak citra Dubai sebagai pusat teknologi. Telegram merespons dengan mengunggah foto Durov yang menunjukkan gestur jari tengah di platform X. Sebelumnya, Rusia telah membatasi akses Telegram, sehingga masyarakat harus menggunakan VPN, dan platform ini menjadi medan perang virtual antara Rusia dan Ukraina.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait