46 Orang Ditangkap Kasus Terorisme, Pemerintah Ungkap Peran Pengusaha
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Rusia menuduh pendiri Telegram, Pavel Durov, terlibat dalam kasus terorisme. Dinas rahasia Rusia mengklaim bahwa dinas intelijen Ukraina menggunakan chatbot kencan bernama Daivinchik/Leo di Telegram untuk merekrut pemuda Rusia dengan menyamar sebagai wanita muda, menjebak mereka melakukan tindakan kriminal seperti sabotase dan terorisme.
Sebanyak 46 warga negara Rusia berusia 12 hingga 22 tahun telah ditangkap dalam setahun terakhir terkait kasus ini. Mereka direkrut untuk menyerang aparat penegak hukum atau membakar fasilitas infrastruktur transportasi, energi, komunikasi, dan keuangan. Akibat tuduhan tersebut, Durov dimasukkan ke daftar buronan internasional, meskipun mekanisme hukumnya belum dijelaskan secara detail.
Durov saat ini tinggal di Dubai, Uni Emirat Arab, dan ekstradisi bisa merusak citra Dubai sebagai pusat teknologi. Telegram merespons dengan mengunggah foto Durov yang menunjukkan gestur jari tengah di platform X. Sebelumnya, Rusia telah membatasi akses Telegram, sehingga masyarakat harus menggunakan VPN, dan platform ini menjadi medan perang virtual antara Rusia dan Ukraina.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 09.43
Rusia Tiba-tiba Hendak Tangkap Miliarder Pendiri Telegram Pavel Durov, Ini Alasannya
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 18.05
Rusia Keluarkan Perintah Penangkapan, Bos Telegram Acungkan Jari Tengah
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 15.37
Rusia Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Bos Telegram
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 10.37
Rusia Luncurkan Serangan Rudal Balistik ke Ukraina, Ledakan Terdengar di Kiev & Kota Lainnya
Berita terkait
Pemilik Telegram Diburu Anak Buah Vladimir Putin
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 07.10
CEO Telegram Pavel Durov Resmi Jadi Buronan Internasional Rusia
Detik.com · 9 Agustus 2026 pukul 15.00
Pasukan Korea Utara Perkuat Kekuatan Rusia di Ukraina
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 19.09
Rudal-rudal Rusia Hujani Kampung Halaman Zelensky, Hantam Pabrik Miliarder Lakshmi Mittal
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 12.38