Australia Gugat Telegram, Tuding Biarkan Konten Terorisme
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Regulator keamanan internet Australia, eSafety Commissioner, menggugat Telegram dengan tuduhan gagal menghapus konten terorisme meski telah diberi peringatan. Platform pesan tersebut didenda hingga 54,6 juta dolar Australia (sekitar Rp 570 miliar). Konten yang dipersoalkan meliputi video eksekusi teroris, penembakan massal, dan materi ekstremis, termasuk yang berkaitan dengan penembakan di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru (2019), serta penembakan supermarket di Buffalo, Amerika Serikat (2022). eSafety menilai Telegram gagal menghapus konten pro-terorisme yang dilaporkan antara Juli dan Oktober 2025, serta tidak menangguhkan akun penyebar konten tersebut. Komisioner eSafety Julie Inman Grant menyatakan langkah hukum diambil dalam situasi keamanan yang semakin mengkhawatirkan, menyinggung tragedi Bondi di Sydney yang menewaskan 15 orang.
Telegram membantah tuduhan dan menyatakan akan melawan di pengadilan, mengklaim telah memblokir ribuan komunitas ekstremis pada 2026. Gugatan Australia muncul sehari setelah Rusia menjerat pendiri Telegram, Pavel Durov, dengan tuduhan memfasilitasi aktivitas terorisme. Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) mengeluarkan surat perintah penangkapan internasional terhadap Durov. Telegram diluncurkan pada 2013 oleh Pavel dan saudaranya Nikolai Durov, kini memiliki lebih dari satu miliar pengguna aktif bulanan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 07.10
Pemilik Telegram Diburu Anak Buah Vladimir Putin
Berita terkait
Gara-Gara Skandal Madonna, Australia Larang Total AI
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 19.40
46 Orang Ditangkap Kasus Terorisme, Pemerintah Ungkap Peran Pengusaha
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 13.50
Korsel "Haramkan" Bisnis Daging Anjing di 2027, Nggak Boleh Dimakan
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 16.30
Jejak Mentereng Nurfaizi Suwandi: Eks Kapolda Metro Jaya Sekaligus Mertua Kapolri Suyudi
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 15.23