Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Peringatan Keras Buat Trump, Amerika Bisa Kalah Telak Melawan China

CEO Meta Platforms Mark Zuckerberg meminta pemerintah AS memangkas regulasi yang menghambat pengembangan AI berbasis open-source agar perusahaan teknologi AS tetap kompetitif melawan China. Pernyataan ini disampaikan sejalan dengan peluncuran model AI terbuka terbaru Meta, Muse Glimmer, yang dirancang ringkas dan dapat dijalankan langsung di komputer pengguna dengan satu GPU tanpa bergantung pada cloud. Zuckerberg menekankan pentingnya mendemokrasikan teknologi AI agar tidak hanya dikuasai oleh sedikit perusahaan besar, dan menegaskan bahwa AI tidak perlu dipusatkan secara ekstrem untuk alasan keamanan.

Meta juga mengumikan rencana untuk merilis lebih banyak model AI open-weight, termasuk bobot kode dari Muse Spark 1.2. Zuckerberg mengungkapkan kebijakan AS saat ini memberi keuntungan bagi laboratorium AI asing, terutama China, yang lebih cepat berkembang. Startup teknologi China seperti Moonshot, Alibaba, dan DeepSeek dikabarkan sudah mampu menyaingi performa model AI AS yang bersifat tertutup (closed-source), yang justru lebih mahal dan kurang fleksibel.

Pasar merespons positif langkah Meta, dengan sahamnya naik hampir 3% di perdagangan pra-pasar. Selain itu, Zuckerberg mengumumkan dana hibah senilai US$1 miliar untuk mendukung komunitas lokal di sekitar pusat data Meta. Ia juga menyoroti bahwa infrastruktur AS sulit dikembangkan dibanding China, sehingga perlu kebijakan yang mendukung agar ekosistem AI open-source AS tetap unggul.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait