Jakarta · Rabu, 9 September 2026Cari
WargaKonoha

Perjuangan 'Manusia Terowongan' Cari Korban Banjir Nepal di Bawah Tanah

Tiga belas hari setelah banjir dahsyat menghancurkan utara Nepal, pakar penyelamatan Australia Arnold Dix, dikenal sebagai 'Manusia Terowongan', masih menggali untuk mencari tanda kehidupan di bawah tanah. Banjir 26 Agustus lalu menyapu bersih jalan-jalan ke beberapa PLTA dan menyebabkan ratusan pekerja hilang di lebih dari selusin terowongan PLTA di sepanjang sungai Bhotekoshi. Dix menjelaskan bahwa sebagian besar terowongan masih utuh namun dipenuhi batu, lumpur, dan air. Ia menekankan bahwa manusia bisa bertahan hidup di bawah tanah jauh lebih lama dari yang diperkirakan karena terowongan menyediakan lingkungan yang terlindung, suhu stabil, dan berpotensi mengawetkan udara untuk bernapas.

Strategi penyelamatan yang digunakan sangat sederhana namun sulit dilaksanakan: tim penyelamat menggali lorong sempit di paralel dengan atap asli terowongan untuk mencapai ruang berisi udara di balik tumpukan lumpur dan puing. Dix berhasil menemukan dua pekerja dari PLTA Trishuli 3A yang selamat setelah sembilan hari terjebak di bawah tanah. Namun, di fasilitas PLTA lain dekat perbatasan China, tim masih belum mengetahui apakah ada yang selamat karena tidak ada tanda-tanda di permukaan.

Dix menegaskan bahwa rintangan terbesar bukanlah teknis melainkan pesimisme. Ia meyakini bahwa orang-orang yang terjebak jika masih hidup pasti ingin terus hidup. Dix juga mengenang operasi Silkyara di India tahun 2023, ketika 41 pekerja berhasil diselamatkan setelah 17 hari di bawah tanah, sebagai bukti bahwa keajaiban bisa terjadi ketika ada tekad kuat untuk mencapai yang tampak mustahil.

Berita terkait