Permudah Konsumen, VinFast Jawab Keresahan Pengguna Mobil Listrik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

VinFast memperkenalkan konsep 'Drive Worry Free' untuk menjawab kekhawatiran konsumen terkait penggunaan mobil listrik, termasuk biaya operasional, perawatan baterai, dan ketersediaan stasiun pengisian. Konsep ini mencakup empat pilar: Zero Operating Cost dengan pengisian baterai gratis hingga Maret 2029, Battery Peace of Mind melalui program battery subscription dengan dua pilihan pembelian, Ownership Confidence dengan lebih dari 3.200 titik charging station jaringan V-GREEN, dan Service Confidence melalui 40 dealer serta 100 lebih after sales di seluruh Indonesia. Selain itu, VinFast menawarkan program rent to earn untuk memanfaatkan kendaraan sewaan sebagai sumber penghasilan.
Para ahli menekankan pentingnya pertimbangan biaya operasional dan efisiensi penggunaan mobil listrik, terutama bagi kelas menengah yang sebelumnya menggunakan bahan bakar fosil. Menurut Commercial and Marketing Leader Nikon Indonesia Sukimin Thio, membeli kendaraan merupakan keputusan jangka menengah hingga panjang, sehingga ekosistem after sales dan charging station menjadi faktor kritis sebelum pembelian. Dengan layanan lengkap ini, VinFast bertujuan memberikan kenyamanan dan kepastian bagi pengguna mobil listrik.
Founder LugNutz Auto Rockford Pojono mengamati pergeseran motivasi konsumen dari sekadar tertarik pada teknologi dan fitur mobil listrik, menuju kebutuhan akan kemudahan dan kemudahan dalam penggunaannya sehari-hari. Hal ini mencerminkan evolusi pasar yang semakin matang terhadap adopsi kendaraan listrik.
Bagikan
Berita terkait
"Taksi Hijau" Vietnam Siap Serbu AS-Eropa, Bidik IPO Rp354 Triliun
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 16.20
VinFast Pamerkan 5 Mobil Listrik di GIIAS Surabaya, Ada VF MPV 7 hingga Limo Green
JPNN.com · 28 Agustus 2026 pukul 22.05
Penjualan VinFast Masih Terpusat di Jabodetabek, Ekspansi ke Daerah Jadi Tantangan
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 19.47
VinFast Bangun Pabrik Rp5 Triliun dan Charger 100 Ribu Titik, tapi Kok Cuma Satu Mobil yang Laku?
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 14.52