VinFast Bangun Pabrik Rp5 Triliun dan Charger 100 Ribu Titik, tapi Kok Cuma Satu Mobil yang Laku?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

VinFast meneken nota kesepahaman dengan Gowa Motor Group pada 18 Agustus 2026 untuk menambah minimal 30 showroom dan pusat layanan baru di seluruh Indonesia melalui skema joint venture. Saat ini VinFast sudah memiliki lebih dari 40 showroom dan menargetkan penambahan lebih dari 150 showroom baru. Pabrik perakitan di Subang, Jawa Barat, yang beroperasi sejak Desember tahun lalu, berdiri di lahan 171 hektare. Investasi fase pertama USD300 juta atau Rp5,34 triliun dengan kapasitas awal 50 ribu unit per tahun. Jika seluruh fase rampung, kapasitas naik menjadi 350 ribu unit per tahun dengan total investasi lebih dari USD1 miliar atau Rp17,8 triliun.
Sepanjang semester pertama 2026, penjualan wholesales VinFast di Indonesia hanya 1.934 unit dan penjualan ritel 1.708 unit. Jika disetahunkan, penjualan sekitar 3.868 unit atau 7,7 persen dari kapasitas produksi awal pabrik. VinFast juga merencanakan 100 ribu titik pengisian daya melalui V-Green bersama Prime Group asal Uni Emirat Arab dalam tiga tahun dengan investasi USD1,2 miliar atau Rp21,36 triliun. MoU diteken Desember 2024 dan konstruksi sudah mulai Januari 2025.
Pada Desember 2025, penjualan wholesales VinFast melonjak menjadi 7.768 unit dalam sebulan, melampaui BYD yang 6.560 unit, sehingga VinFast masuk lima besar merek mobil terlaris nasional. Padahal sepanjang Januari–November 2025 total penjualan wholesales hanya 3.118 unit, artinya penjualan Desember 2025 lebih banyak dibanding sebelas bulan sebelumnya.
Bagikan
Berita terkait
Permudah Konsumen, VinFast Jawab Keresahan Pengguna Mobil Listrik
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 16.09
BYD Mulai Produksi di Subang, Siap Tampung 20.000 Tenaga Kerja Lokal
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 08.05
Penjualan Mobil RI Kalah dari Malaysia, Purbaya Ungkap Biang Keroknya
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 16.40
Dividen Coca-Cola Jadi Mesin Uang Berkshire Hathaway, Cuan Capai US$848 Juta
Warta Ekonomi · 27 September 2026 pukul 23.09