Prabowo Segera Tunjuk 'Wasit' Data Warga RI, Ini Bocoran Komdigi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia segera membentuk Otoritas Pelindungan Data Pribadi yang diamanatkan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Lembaga yang berfungsi sebagai "wasit" data warga ini akan bekerja secara independen, tidak di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), namun melaporkan hasil kerjanya kepada Presiden melalui Komdigi. Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria menyatakan pembentukan lembaga ini ditargetkan rampung dalam sekitar dua bulan ke depan melalui Peraturan Presiden (Perpres).
Selain Perpres Pelindungan Data Pribadi, pemerintah juga memfinalisasi Perpres tentang Peta Jalan AI Nasional. Kedua regulasi disusun secara paralel sebagai fondasi tata kelola kecerdasan artifisial di Indonesia. Nezar menegaskan pemerintah menerapkan pendekatan regulasi berbasis risiko (risk-based regulation), di mana produk AI diklasifikasikan berdasarkan tingkat risiko rendah, menengah, hingga tinggi. Produk berisiko tinggi akan diatur lebih ketat agar inovasi tetap berkembang tanpa mengabaikan keamanan dan etika.
Selain regulasi, pemerintah juga memperkuat ekosistem AI nasional melalui pembangunan infrastruktur digital, pengembangan pusat data, peningkatan kapasitas komputasi, serta pengembangan talenta digital.
Bagikan
Berita terkait
Rusia Tawarkan Satelit dan AI ke Indonesia, Pengamat Ingatkan Jangan Cuma Jadi Pengguna
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 20.50
Selain Gaji Rp 76,5 Juta per Bulan, Wantimpres Dapat Fasilitas Setingkat Menteri
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 18.52
Prabowo Lantik 26 Wantimpres, Simak Gaji dan Fasilitas yang Diterima
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 17.20
Tindak Lanjuti Arahan Presiden, Menhut Matangkan Draft Perpres Pembentukan BPGMN
JawaPos · 1 Oktober 2026 pukul 20.47