Proses WHV Diperlambat, Petani dan Pebisnis Australia Jadi Khawatir
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Australia menangguhkan pemrosesan permohonan visa Working Holiday Maker (WHM) bagi warga 23 negara, termasuk Indonesia, yang sempat masuk ke dalam daftar 'Paused' sebelum beralih ke status 'Check Ballot Status' atau undian. Program WHM yang dimulai pada 1975 dianggap saling menguntungkan bagi petani dan para backpacker asing yang bekerja sambil berlibur. Federasi Petani Nasional (NFF) memperkirakan peserta WHM menyumbang sekitar setengah dari tenaga kerja musim panen di sektor lepas di Australia. Mereka khawatir penangguhan ini akan mengurangi tenaga kerja dan membahayakan ketahanan pangan nasional. Richard Shannon, juru bicara hortikultura NFF, menyatakan bahwa para backpacker sangat penting bagi industri pertanian dan keamanan pangan negara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 09.49
Zulhas Sebut Pemerintah Bakal Kurangi Ketergantungan Impor Bawang Putih
Berita terkait
Kenalkan Petani Ngawi di Sidang MPR, Prabowo Ungkap Dampak Pupuk Murah bagi Usaha Tani
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 11.31
Stok Beras Bulog Tembus 5,4 Juta Ton, Bansos 30 Kg Siap Cair
Liputan6.com · 13 Agustus 2026 pukul 14.11
JIAT Bantu Petani Banjar Amankan Pasokan Air di Tengah Ancaman El Nino
CNN Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 13.31
Energi Bersih Masuk Sawah Bantu Petani Atasi Masalah Pascapanen
Liputan6.com · 8 Agustus 2026 pukul 19.40