Raksasa Ecommerce Mengaku Ditekan Pemerintah, Blak-Blakan Dampaknya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Shein, raksasa fast fashion asal China, mengungkapkan dalam dokumen IPO di Hong Kong bahwa unit bisnisnya di AS sedang diselidiki oleh Federal Trade Commission (FTC). Ini pertama kalinya informasi tersebut diketahui publik. Shein mengaku sedang bekerja sama dengan FTC namun belum bisa memprediksi hasil akhir maupun waktunya. Manajemen Shein memperingatkan calon investor bahwa hasil penyelidikan bisa memaksa perusahaan membayar ganti rugi dalam jumlah signifikan, yang berpotensi berdampak buruk terhadap kondisi keuangan dan operasional.
FTC, regulator perlindungan konsumen utama di AS, dikenal tegas menindak praktik bisnis curang termasuk manipulasi ulasan, penipuan harga, dan pelanggaran privasi data. Fokus FTC belakangan ini adalah penindakan terhadap "dark patterns" — strategi desain yang memanipulasi pengguna. Shein memiliki fitur seperti countdown timer, diskon berbasis gim, dan flash sale yang memicu rasa urgensi pada pengguna, yang secara eksplisit dikategorikan FTC sebagai bentuk dark patterns.
Perjalanan Shein menuju IPO memang penuh hambatan. Awalnya mengincar Bursa Efek New York, tekanan politisi AS memaksa Shein beralih ke London, lalu akhirnya ke Hong Kong. Meski otoritas bursa Hong Kong telah menyetujui pendaftaran IPO, tanggal perdagangan publik pertama belum diumumkan.
Bagikan
Berita terkait
CEO Shein Sky Xu Jaga Privasi hingga Tak Dikenali Karyawan
Liputan6.com · 5 Agustus 2026 pukul 21.00
Industri Otomotif Indonesia Harus Ikuti Standar Dunia
JPNN.com · 29 September 2026 pukul 03.29
Kerugian Scam Tembus Rp9,1 Triliun, Pemerintah Dorong Blacklist Terpadu
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 20.21
BI tekankan tiga aspek untuk perkuat penanganan penipuan online
ANTARA News · 28 September 2026 pukul 13.50