Ramai-Ramai Warga Tolak Data Center, Teriak Petaka Besar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penolakan warga terhadap pembangunan data center semakin marak di Amerika Serikat akibat dampaknya pada lingkungan dan ekonomi rumah tangga. Data center yang menghabiskan banyak energi listrik membuat warga mengalami tagihan listrik yang meningkat, sementara sejumlah rumah di sekitar lokasi data center dilaporkan kehabisan air bersih. Isu ini juga menjadi sorotan politik, termasuk dalam pemilihan senat di Ohio, di mana kampus data center senilai lebih dari US$500 miliar berada di tengah kontrovensi. Kandidat Demokrat Sherrod Brown menyuarakan penolakan terhadap pembangunan data center dalam kampanyenya melawan petahana Partai Republik Jon Husted. Komite Senator Republik Nasional (NRSC) memperingatkan bahwa jika persepsi pemilih tidak diperbaiki, gerakan penolakan bisa menyebar ke negara lain.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 16.04
Kapasitas Capai 1,67 GW, Data Center Energy Hunger Dikupas dalam Energy Week
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 20.40
Inggris Terancam Krisis Gas pada 2030
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 19.10
Targetkan 70% Masalah Sampah Beres 2029, Zulhas Kejar PSEL di 40 Kota
Berita terkait
Berapa Banyak Air yang Dihabiskan untuk Satu Pertanyaan ke AI?
Detik.com · 21 September 2026 pukul 06.16
Ekspansi Data Center AI di AS Picu Perlawanan Warga
kumparan · 18 September 2026 pukul 09.20
Alasan Tidak Ikut Tren Viral AI di Media Sosial, Bawa Petaka Besar
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 07.10
Dedi Mulyadi: Kan Ini Air Sudah Melimpah, Makanya Bangun Data Center!
Warta Ekonomi · 4 Oktober 2026 pukul 00.22