Ramai-Ramai Warga Tolak Data Center, Teriak Petaka Besar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penolakan warga terhadap pembangunan data center semakin marak di Amerika Serikat akibat dampaknya pada lingkungan dan ekonomi rumah tangga. Data center yang menghabiskan banyak energi listrik membuat warga mengalami tagihan listrik yang meningkat, sementara sejumlah rumah di sekitar lokasi data center dilaporkan kehabisan air bersih. Isu ini juga menjadi sorotan politik, termasuk dalam pemilihan senat di Ohio, di mana kampus data center senilai lebih dari US$500 miliar berada di tengah kontrovensi. Kandidat Demokrat Sherrod Brown menyuarakan penolakan terhadap pembangunan data center dalam kampanyenya melawan petahana Partai Republik Jon Husted. Komite Senator Republik Nasional (NRSC) memperingatkan bahwa jika persepsi pemilih tidak diperbaiki, gerakan penolakan bisa menyebar ke negara lain.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 20.40
Inggris Terancam Krisis Gas pada 2030
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 19.10
Targetkan 70% Masalah Sampah Beres 2029, Zulhas Kejar PSEL di 40 Kota
Berita terkait
Nge-Prompt AI Sedot Triliunan Liter Air, Bikin Sejumlah Daerah Kekeringan
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 17.52
Bukan Cuma Lele di Selokan, RT Ini Punya Inovasi Lain yang Go International
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 18.45
NeutraDC Gaet PLN Ekspansi Kapasitas Data Center di Cikarang hingga 200 MW
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 13.48
Kabar Kabur Suntik Mati PLTU
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 17.14