Kapasitas Capai 1,67 GW, Data Center Energy Hunger Dikupas dalam Energy Week
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri data center Indonesia berkembang pesat, dengan kapasitas terpasang diperkirakan mencapai 650 MW dan berpotensi mencapai 1,67 GW pada akhir 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh kebutuhan digital dan AI, namun menimbulkan tantangan keberlanjutan terkait energi, air, jaringan listrik, dan talenta. AI membutuhkan energi lebih besar dibandingkan CPU biasa, dengan perbandingan kebutuhan energi pencarian tanpa AI (0,28 watt) vs AI (3,7 watt). Indonesia memiliki peluang investasi besar dengan penetrasi internet 82% dan 200 juta pengguna. Tantangan utama meliputi ketersediaan transmission line, pengelolaan air pendinginan, serta keterbatasan talenta teknis. IDPRO bekerja sama dengan universitas untuk program pengembangan talenta. Proyeksi kebutuhan pada 2030 mencapai 2,3 GW dengan potensi melonjak hingga 11,7 GW.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 16.11
Kondisi Geopolitik Bawa 'Berkah' Investasi Data Center di RI
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 19.20
Data Center Rusak Bumi-Bikin Warga Sengsara, Singapura Punya Solusinya
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 12.40
Ramai-Ramai Warga Tolak Data Center, Teriak Petaka Besar
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 09.45
Demam AI, Emiten RI Ini Bikin Anak Baru dan Masuk Bisnis Data Center
Berita terkait
Kebutuhan Lahan dan Listrik untuk Pusat Data di Indonesia Terus Meningkat
JawaPos · 18 Agustus 2026 pukul 18.16
NeutraDC Gaet PLN Ekspansi Kapasitas Data Center di Cikarang hingga 200 MW
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 13.48
Data Center Menjamur, Indonesia Tak Boleh Cuma Jadi Pasar AI
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 22.36
Ledakan Data Center Bawa Petaka, Ini Daftar Pihak yang Diuntungkan
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 21.40