Ransomware Berbasis AI Melonjak, BSSN Catat 5,5 Miliar Serangan di RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penggunaan kecerdasan buatan (AI) semakin mempercepat kejahatan siber di Asia Pasifik, termasuk di Indonesia. Laporan Cyber Threat Landscape Report edisi ketujuh 2026 dari Ensign InfoSecurity menunjukkan AI digunakan peretas untuk pengintaian, pemindaian kerentanan, dan pembuatan phishing yang lebih efektif. Di Indonesia, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat 5,5 miliar serangan siber pada 2025, lonjakan lebih dari tujuh kali lipat dibanding rata-rata 2020-2024. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melaporkan kerugian akibat penipuan digital mencapai Rp7,5 triliun. Adithya Nugraputra dari PT Ensign InfoSecurity Indonesia menekankan bahwa siklus pembaruan AI hanya sekitar dua bulan, sehingga organisasi harus segera memindai dan mempatch aset yang terhubung ke internet serta menguji keamanan secara berkala.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 12.26
Video: Urgensi RI Perkuat Infrastruktur Digital Rendah Latensi Era AI
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 11.00
Sea dan OpenAI Hadirkan Regional Codex Hackathon Series di Indonesia
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 01.17
Talenta Muda Mulai Garap Peluang Bisnis dari Penerapan AI di Indonesia
Berita terkait
Berdayakan Developer RI, Sea-OpenAI Gelar Regional Codex Hackathon Series
Detik.com · 17 September 2026 pukul 16.14
Tingkatkan Kesiapan AI Dukung Kapasitas Layanan Kesehatan
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 21.35
Survei: ChatGPT Jadi AI Paling Dikenal dan Banyak Dipakai di Indonesia
kumparan · 12 September 2026 pukul 11.23
AI Bawa Bahaya Besar, Banyak yang Masih Belum Sadar
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 15.15