Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Regulasi Ini bakal Gerus Pendapatan Apple di App Store

Apple dalam berkas Form 10-Q mengungkapkan bahwa regulasi toko aplikasi alternatif dan tautan eksternal berpotensi mengurangi pendapatan App Store. Pengembang pihak ketiga yang menggunakan distribusi langsung ke konsumen dapat membuat Apple memperoleh komisi lebih rendah atau bahkan tidak sama sekali. Financial Times menilai pertarungan regulasi di seluruh dunia akan berdampak pada bisnis layanan Apple senilai USD 100 miliar atau sekitar Rp 1.783 triliun.

Data Sensor Tower menunjukkan pengeluaran App Store di Amerika Serikat turun 6 persen secara tahunan pada kuartal kedua 2026, dibandingkan pertumbuhan 9 persen tahun sebelumnya. Pendapatan komisi Apple di AS turun 18 persen pada 2026 menurut Appfigures. Secara global, pengeluaran konsumen untuk App Store naik hanya 3 persen secara tahunan, turun dari 13 persen sebelumnya. Divisi Layanan Apple menghasilkan USD 30,74 miliar atau Rp 547 triliun pada kuartal ketiga, naik 12 persen tetapi di bawah ekspektasi analis USD 31,22 miliar. CFO Apple Kevan Parekh menyatakan perubahan App Store memberikan dampak signifikan.

Tekanan regulasi termasuk gugatan Epic Games yang memaksa Apple mengizinkan pembelian di luar App Store serta aturan Uni Eropa yang mewajibkan dukungan toko aplikasi pihak ketiga. Regulasi serupa muncul di Jepang, Brasil, dan Inggris. Komisi transaksi 30 persen App Store kini terancam oleh pengawasan ini.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait