Rekening Rp 33 Miliar Ludes Seketika, Waspada Gaya Penipuan Terbaru
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sindikat kejahatan siber manfaatkan antusiasme luncur iPhone dengan membuat ribuan situs palsu yang menawarkan diskon besar. Situs-situs ini menggunakan strategi pemasaran menipu seperti harga super murah, countdown timer, serta metode pembayaran transfer bank langsung untuk menghindari perlindungan kartu kredit. Di Hong Kong, lebih dari 700 kasus tagihan tidak sah dilaporkan dengan total kerugian mencapai HK$14,7 juta (Rp33 miliar), termasuk satu korban yang mengalami kerugian HK$114.000. Para pemilik kartu credit sudden menerima tagihan atas pembelian iPhone tanpa izin. Bank seperti HSBC dan Hang Seng Bank menggelar investigasi dan menjanjikan pengembalian dana, namun masih menanti penanggung jawab akhir. Keamanan siber menekankan untuk belanja hanya melalui saluran resmi, hindari transfer bank pribadi, dan pantau mutasi rekening secara rutin.
Bagikan
Berita terkait
Waspada Modus Penipuan Baru Lagi Ramai, Jangan Sembarang Beli iPhone
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 13.25
Pasutri Hobi Dugem di Jakarta, Ternyata Hartanya Hasil Rampok
CNBC Indonesia · 12 September 2026 pukul 16.15
Markas Penipuan Online di Dekat RI Tumbang, 30.000 Orang Ditangkap
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 11.40
Warga RI Kemalingan Uang Rp 9,1 Triliun, Setiap Hari 1.000 Melapor
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 08.45