Ribuan Buruh Bersatu Ancam Mogok Kerja, Negara Bisa Kacau
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ribuan buruh di Taiwan, sebagian besar anggota serikat pekerja Micron Technology, mengancam melakukan mogok kerja jika sistem bonus perusahaan tidak diperbaiki. Setidaknya 10.000 dari 15.000 pegawai Micron di Taoyuan dan Taichung terlibat, dengan lebih dari 80% anggota serikat mendukung aksi dalam survei Agustus. Otoritas Taipei menyatakan bahwa mogok kerja dapat mengganggu operasional pabrik utama Micron serta rantai pasok dan perekonomian semikonduktor Taiwan secara lebih luas. Mediasi antara pekerja dan perusahaan siap dilakukan jika diperlukan, sementara Micron menyatakan tetap berkomunikasi dengan karyawan dan menghormati proses hukum yang berlaku.
Micron mendapatkan keuntungan besar dari tren pengembangan AI, yang meningkatkan permintaan chip memori. Rekor pendapatan perusahaan mencapai US$41,46 miliar pada kuartal III yang berakhir 28 Mei. Kasus serupa terjadi di Samsung Electronics, di mana sekitar 48.000 anggota serikat berencana mogok selama 18 hari, namun aksi dibatalkan setelah negosiasi berhasil. Kesepakatan Samsung memberikan bonus khusus sebesar 10,5% dari laba operasional chip, yang diberikan berdasarkan target profitabilitas.
Situasi ini menunjukkan tekanan yang dialami pekerja sektor semikonduktor akibat pertumbuhan pesat industri AI, sekaligus menyoroti pentingnya diplomasi dalam menyelesaikan sengketa agar tidak mengganggu produksi dan pasok global.
Bagikan
Berita terkait
Presiden Tak Mau Disetir Amerika dan China, Blak-Blakan Bilang Begini
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 13.05
17 Perusahaan China Digerebek, 330 Intel Dikerahkan Amankan 114 Orang
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 13.50
WN Taiwan Jadi Tersangka Penyelundupan Ketamin 800 Kg
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 21.45
Bareskrim Polri Tetapkan Warga Negara Taiwan Tersangka Penyelundupan 800 Kilogram Ketamin HCI
JawaPos · 2 September 2026 pukul 20.45