Riset UI: Mayoritas Kredit Digital Bukan Buat Konsumtif
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) bersama Kredivo Group menunjukkan bahwa mayoritas kredit digital yang disalurkan pada 2025 digunakan untuk keperluan produktif, bukan konsumtif. Berdasarkan data, 54,3% kredit masuk dalam kategori produktif seperti modal usaha, pendirian bisnis, investasi aset, hingga pembelian peralatan produksi. Sementara itu, 41,7% digunakan untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari, dan 4% masuk kategori lainnya.
Porsi kredit produktif ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2019, yang berada di level 52,3%. Sebaliknya, porsi kredit konsumtif juga meningkat dari 19,2% pada 2019 menjadi 41,7% pada 2025. Kategori lainnya justru mengalami penurunan tajam dari 28,5% menjadi 4%.
Dari total penggunaan kredit produktif, 48% digunakan untuk modal usaha, 26% untuk dana pendidikan, 14% untuk dana kesehatan, dan 12% untuk renovasi rumah. Temuan ini mengindikasikan bahwa kredit digital semakin penting tidak hanya sebagai alat pembayaran konsumsi, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan ekonomi yang lebih luas.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 18.45
Kredivo Ungkap Penyaluran Kredit Usaha Melonjak 15 Kali Lipat
ANTARA News · 10 September 2026 pukul 17.30
Studi catat mayoritas peminjam modal usaha Kredivo adalah pelaku mikro
Berita terkait
Celah Pembiayaan UMKM Capai Rp1.290 Triliun, Kredit Digital Jadi Alternatif
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 13.49
Studi sebut 54 persen kredit Kredivo di 2025 buat kebutuhan produktif
ANTARA News · 4 September 2026 pukul 16.54
Rezim Persaingan Usaha dan Penguatan KPPU yang Tak Bisa Ditawar
CNN Indonesia · 10 September 2026 pukul 13.41
BSI Siapkan Tabungan Untuk Masyarakat, Bebas Administrasi Bulanan
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 11.25