Sam Altman Bantah Pusat Data AI Boros Air, Tapi Hadapi Krisis Kepercayaan Publik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sam Altman, CEO OpenAI, membantah klaim bahwa pusat data AI boros air dengan menyatakan kebutuhan airnya setara dengan gedung perkantoran besar. Menurutnya, narasi bahwa pusat data merupai 'pemakan stok air bersih' tidak sepenuhnya akurat. Laporan komisi Virginia 2024 mendukungnya, menunjukkan sebagian besar pusat data menggunakan air sama atau lebih sedikit dibandingkan gedung perkantoran rata-rata.
Namun, kekhawatiran publik tetap tinggi. Survei Gallup Mei 2026 menunjukkan 71% warga AS menolak pembangunan pusat data di wilayahnya, dengan 70% khawatir dampak lingkungan dan 18% khawatir penggunaan air. Investigasi Business Insider sebelumnya menemukan pusat data memperburuk krisis air di Amerika Serikat bagian barat akibat sistem pendingain evaporatif.
Altman membandingkan penggunaan air ChatGPT dengan budidaya almond di California, berargumen satu almond butuh lebih banyak air daripada ribuan permintaan ke ChatGPT. Meski Business Insider tidak bisa memverifikasi perbandingan spesifiknya, data menunjukkan perbedaan skala penggunaan air yang signifikan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 07.26
Kiamat Air Gara-Gara AI: Mitos atau Fakta?
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 14.35
CEO Beberkan Rencana Telkom 5 Tahun Ke Depan, Siap Genjot AI
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 13.25
Model AI Super Canggih Astra Resmi Dirilis, Kemampuannya Bikin Waswas
Liputan6.com · 4 September 2026 pukul 11.46
OpenAI Luncurkan GPT-6 Astra, Bisa Kalahkan Claude Opus 5
Berita terkait
Penolakan Pusat Data AI Guncang Sam Altman, Ekspansi OpenAI Hadapi Krisis Kepercayaan Publik
JawaPos · 2 September 2026 pukul 06.18
Jamuan Gwyneth Paltrow untuk Sam Altman Ditunda di Tengah Kritik soal AI
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 22.15
Nge-Prompt AI Sedot Triliunan Liter Air, Bikin Sejumlah Daerah Kekeringan
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 17.52
Badai di OpenAI: Eksodus Petinggi Guncang Raksasa AI Jelang IPO
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 12.15