Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Situs Romawi Diklaim Berusia 2.000 Tahun, Ternyata Abal-abal

Sebuah situs yang selama bertahun-tahun dipromosikan sebagai salah satu amfiteater Romawi tertua di dunia dengan usia 2.000 tahun ternyata hanyalah rekayasa modern. Arkeolog membuktikan bahwa bangunan tersebut bukan peninggalan Kekaisaran Romawi, melainkan penipuan yang dilakukan oleh Franco Malosso von Rosenfranz, pria berusia 69 tahun.

Malosso mengklaim bangunan yang dinamainya Berico Maritime Amphitheatre itu berasal dari tahun 393 M dan merupakan salah satu amfiteater tertua sekaligus terbesar. Ia bahkan mengarang kisah bahwa Julius Caesar pernah singgah di sana dengan Cleopatra, serta mengaitkannya dengan Juliet Capulet. Klaim palsu ini sempat membuat pemerintah setempat memasukkan lokasi itu ke panduan wisata yang didanai Uni Eropa. Selama bertahun-tahun, Malosso menarik biaya 40 euro dari wisatawan yang percaya pada keaslian situs tersebut.

Penyelidikan dimulai pada 2016 ketika kecurigaan muncul. Polisi Italia melibatkan arkeolog yang menemukan material modern seperti fiberglass, kolom dari papier-mâché, balok plester, dan patung dari awal 2000-an. Citra satelit juga menunjukkan bahwa Malosso membersihkan sebuah bukit sebelum membangun "reruntuhan" itu, membuktikan struktur tersebut tidak ada pada masa lalu. Analisis sejarah mengungkap ketidaksesuaian, seperti Julius Caesar hidup sekitar 400 tahun sebelum klaim pembangunan, dan kisah Juliet Capulet berlatar di Verona, bukan Vicenza.

Pengadilan Italia menjatuhkan hukuman dua tahun empat bulan penjara kepada Malosso atas kasus penipuan, pembangunan ilegal, pemalsuan karya seni, dan pembuatan artefak tanpa izin. Ia juga didenda 3.000 euro. Kasus ini menunjukkan bahwa arkeologi modern berfungsi tidak hanya untuk menemukan situs bersejarah, tetapi juga untuk menguji keaslian melalui analisis material, stratigrafi, bukti sejarah, dan teknologi penginderaan jauh.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait