Sosok Orang Terkaya Baru di Asia, Sukses Tendang Gautam Adani
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Zhang Yiming, pendiri ByteDance dan TikTok, resmi menjadi orang terkaya di Asia setelah menyusul Gautam Adani. Kekayaan bersih Zhang mencapai US$105 miliar (Rp1.863 triliun), melonjak lebih dari delapan kali lipat sejak Maret 2019. Lonjakan ini didorong oleh gelombang industri kecerdasan buatan (AI) yang meningkatkan nilai perusahaan teknologi. Analis menilai investasi besar Zhang dalam pengembangan AI, seperti chatbot Doubao dan alat pembuat video Seedance, menjadi kunci keberhasilannya.
Sebelumnya, Gautam Adani pernah mencapai kekayaan US$120 miliar pada Juni 2026, namun mengalami penurunan akibat rebalancing portofolio saham di indeks MSCI dan tekanan pasar global. Kekayaan Zhang dibangun melalui ByteDance yang tidak hanya mendominasi media sosial tetapi juga agresif merangsek sektor AI. Bahkan di tengah ketegangan regulasi AS terhadap TikTok, Zhang tetap fokus pada pengembangan AI dengan keunggulan data masuk secara masif.
Bloomberg Billionaires Index menerapkan diskon risiko 10% untuk valuasi ByteDance karena status perusahaan yang masih privat. Langkah strategis ByteDance mengalihkan sebagian operasional TikTok di AS kepada investor lokal juga berhasil meredakan ketidakpastian. Fenomena ini mencerminkan pergeseran kekuatan ekonomi Asia ke sektor AI, sejalan dengan ambisi China dalam perang teknologi global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 07.07
Mengenal Zhang Yiming Sang Pendiri TikTok yang Jadi Orang Terkaya di Asia Mengalahkan Gautam Adani
JawaPos · 16 September 2026 pukul 21.47
Mantan Karyawan TikTok Bikin Aplikasi AI untuk Ajari Pengguna Cara Berpose
Berita terkait
TikTok Bayar Rp7 Triliun dalam Penyelesaian Kasus Pelanggaran Privasi Anak
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 02.05
TikTok Harus Bayar Rp6,4 Triliun Buntut Masalah Privasi Anak
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 13.00
OpenAI Ungkap Enam Insiden Perilaku AI yang Mengkhawatirkan dan Sistem Pelacakan Baru
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 22.00
Krisis Besar di Depan Mata, Amerika Cuma Takut Sama China
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 21.00