Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Studi Sebut Super El Nino Bisa Bikin Laut Makin Tinggi

Studi yang diterbitkan dalam Journal of Geophysical Research: Oceans membandingkan dampak dua peristiwa El Nino kuat, yaitu 2014-2016 dan 2023-2024, terhadap permukaan laut global. El Nino ditandai suhu permukaan laut yang lebih hangat dari normal di wilayah Pasifik tropis. Kedua peristiwa menyebabkan kenaikan permukaan laut, tetapi dengan mekanisme dan kecepatan yang berbeda. Kenaikan terutama didorong oleh perubahan baristatik, yaitu perpindahan air dari daratan ke laut. Pada El Nino 2014-2016, permukaan laut naik sekitar 9,16 milimeter dengan perubahan baristatik menyumbang 68 persen. Pada El Nino 2023-2024, kenaikannya 7,70 milimeter, namun terjadi dalam waktu jauh lebih singkat sehingga lajunya lebih curam, dengan kontribusi baristatik mencapai 81 persen.

Peneliti menemukan perbedaan regional yang signifikan antara kedua peristiwa. Afrika mengalami kehilangan air daratan besar pada 2014-2016, tetapi tidak pada 2023-2024. Amerika Utara bergeser dari kontribusi baristatik positif kecil pada peristiwa pertama menjadi kontribusi negatif kuat pada peristiwa kedua. Curah hujan menjadi faktor utama, di mana pada 2023-2024 Amerika Selatan mengalami defisit hujan tajam yang mempercepat aliran air dari daratan ke laut.

Lebih lanjut, El Nino diprediksi kembali terbentuk di Pasifik tropis pada 2026. NOAA memperkirakan peluang 81 persen bahwa El Nino akan mencapai kategori sangat kuat pada Oktober-Desember 2026, dengan anomali suhu permukaan laut di atas 2 derajat Celsius. Jika terjadi, kenaikan permukaan laut global berpotensi berlangsung lebih cepat dan suhu global berpeluang mencatat rekor baru.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait