Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

Studi Ungkap Ribuan Spesies Langka Dijual Ilegal di Facebook-TikTok

Sebuah studi dari Nature Reviews Biodiversity mengungkapkan adanya perdagangan satwa liar ilegal yang marak di berbagai platform media sosial dan e-commerce seperti Facebook, Instagram, TikTok, eBay, Google, Alibaba, Shopee, dan Tokopedia. Studi ini menemukan 33.006 spesimen dari spesies yang berisiko punah atau rentan berdasarkan CITES dalam survei selama enam pekan terhadap 280 platform daring. Sebagian besar spesimen (54 persen) dijual hidup-hidup sebagai hewan peliharaan, sementara sisanya (46 persen) diperjualbelikan sebagai turunan satwa. Perdagangan ini tidak hanya melibatkan hewan, tetapi juga tanaman dan jamur, seringkali dengan iklan yang samar-samar sehingga sulit dilacak asal usulnya.

Para peneliti menyoroti bahwa perdagangan satwa liar ilegal secara daring tersebar melalui jaringan yang kompleks dan tersebar antarnegara, memperluas atau menggantikan rute perdagangan tradisional. Hal ini meningkatkan risiko spesies invasif dan penyakit zoonosis yang dapat menular. Meskipun bukti perdagangan ilegal telah ditemukan, banyak detail penting masih belum jelas, sehingga rencana mitigasi dan pencegahan masih terhambat.

Studi ini menekankan kebutuhan mendesak akan strategi terpadu dan multi-level untuk menangani perdagangan satwa liar ilegal secara daring. Strategi ini harus mencakup penguatan perlindungan spesies, peningkatan kapasitas regulasi dan teknologi, serta melibatkan komunitas lokal dan masyarakat luas dalam upaya konservasi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait