Teliti Gizi Susu Kecoa, Ilmuwan Raih Nobel
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ilmuwan dari Nagoya University, Purdue University, dan Frederick National Laboratory meraih Ig Nobel Prize Kimia 2026 atas penelitian susu kecoa kumbang Pasifik (Diploptera punctata). Spesies ini unik karena melahirkan anak hidup dan memberi makan embrionya menggunakan cairan kaya nutrisi yang kemudian mengkristal di dalam saluran pencernaan.
Melalui teknik kristalografi sinar-X, peneliti menemukan bahwa kristal protein ini mengandung karbohidrat dan lipid. Hasil analisis menunjukkan satu kristal susu kecoa memiliki energi tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan protein susu sapi dalam jumlah yang setara. Temuan ini mengungkap strategi biologis efisien dalam penyimpanan energi untuk perkembangan embrio, meski bukan ditujukan sebagai pengganti konsumsi susu sapi bagi manusia.
Bagikan
Berita terkait
Lebih dari IQ, Dokter Ungkap Faktor yang Menopang Kognitif Anak
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 19.32
Minum Jus Jeruk setiap Hari Ubah Aktivitas Ribuan Gen Tubuh
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 20.07
25 Merek Beras Fortifikasi yang Kandungannya tidak Sesuai Label, Ini Daftarnya
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 13.19
3 rekomendasi Keju dengan Kandungan Protein Tinggi
JPNN.com · 15 September 2026 pukul 08.25