Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

Top 3 Tekno: Cara Pantau Pergerakan Abu Anak Krakatau via Aplikasi Bikin Penasaran

Letusan Gunung Anak Krakatau saat ini berada di Level Siaga (level 3) menurut MAGMA Indonesia. Badan Geologi dan BMKG menyampaikan bahwa ikon gunung di peta MAGMA Indonesia tidak selalu menandakan erupsi aktif, melainkan menunjukkan status berdasarkan pemantauan dan analisis data geofisika secara real-time. Abu vulkanik dari erupsi tersebut tidak hanya tersebar di Lampung, namun juga meluas ke Selat Sunda, Banten, hingga Jakarta. Partikel abu yang sangat halus berpotensi masuk ke saluran napas, sehingga Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menyarankan masyarakat untuk waspada terhadap kualitas udara di wilayah terdampak.

Untuk memantau kualitas udara akibat abu vulkanik, publik dapat menggunakan fitur Kualitas Udara di Google Maps. Namun, fitur ini hanya tersedia di wilayah Jawa. Pengguna cukup membuka aplikasi, menekan ikon "+" di pojok kanan atas, lalu memilih opsi Kualitas Udara. Peta akan menampilkan warna yang menunjukkan tingkat kualitas udara, dari hijau (baik) hingga hitam (sangat buruk dengan indeks 300-400).

Di sisi lain, industri smartphone sedang mengalami krisis akibat kelangkaan chip memori global sepanjang 2026. Produsen memori beralih produksinya ke high-bandwidth memory (HBM) untuk kebutuhan pusat data AI, sehingga harga ponsel melonjak hingga 300 persen. Laporan IDC memproyeksikan penurunan pengiriman smartphone global hingga 16,7 persen pada tahun 2026, dengan sekitar 70 persen produksi memori global diserap untuk keperluan AI.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait