Top 3 Tekno: Cara Pantau Pergerakan Abu Anak Krakatau via Aplikasi Bikin Penasaran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/9341600/original/062280300_1788665735-20260906_102107.jpg)
Letusan Gunung Anak Krakatau saat ini berada di Level Siaga (level 3) menurut MAGMA Indonesia. Badan Geologi dan BMKG menyampaikan bahwa ikon gunung di peta MAGMA Indonesia tidak selalu menandakan erupsi aktif, melainkan menunjukkan status berdasarkan pemantauan dan analisis data geofisika secara real-time. Abu vulkanik dari erupsi tersebut tidak hanya tersebar di Lampung, namun juga meluas ke Selat Sunda, Banten, hingga Jakarta. Partikel abu yang sangat halus berpotensi masuk ke saluran napas, sehingga Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menyarankan masyarakat untuk waspada terhadap kualitas udara di wilayah terdampak.
Untuk memantau kualitas udara akibat abu vulkanik, publik dapat menggunakan fitur Kualitas Udara di Google Maps. Namun, fitur ini hanya tersedia di wilayah Jawa. Pengguna cukup membuka aplikasi, menekan ikon "+" di pojok kanan atas, lalu memilih opsi Kualitas Udara. Peta akan menampilkan warna yang menunjukkan tingkat kualitas udara, dari hijau (baik) hingga hitam (sangat buruk dengan indeks 300-400).
Di sisi lain, industri smartphone sedang mengalami krisis akibat kelangkaan chip memori global sepanjang 2026. Produsen memori beralih produksinya ke high-bandwidth memory (HBM) untuk kebutuhan pusat data AI, sehingga harga ponsel melonjak hingga 300 persen. Laporan IDC memproyeksikan penurunan pengiriman smartphone global hingga 16,7 persen pada tahun 2026, dengan sekitar 70 persen produksi memori global diserap untuk keperluan AI.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 7 September 2026 pukul 07.40
Update Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Menyebar di Wilayah Ini Senin Pagi
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 13.16
6 Tips Bersihkan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Jangan Asal Disiram!
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 13.28
Bahaya Bagi Pesawat! Abu Vulkanik Anak Krakatau Terbang 50.000 Kaki
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 13.05
Jepang Sorot Apakah Erupsi Anak Krakatau Sebabkan Tsunami
Berita terkait
Cara Cek Kualitas Udara Imbas Abu Anak Krakatau via Google Maps
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 13.26
Jepang Sorot Apakah Erupsi Anak Krakatau Bisa Sebabkan Tsunami
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 13.05
Penjelasan BMKG Sejauh Mana Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 13.00
DKI Semprot Water Mist di 5 Wilayah Jakarta, Sekolah Mulai PJJ Hari Ini
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 12.59