Wamenkomdigi Nezar Ungkap Bahaya Algoritma Media Sosial, Bisa Bikin Terjebak Echo Chamber
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyoroti bahaya algoritma media sosial yang dapat membentuk 'echo chamber' atau 'filter bubble'. Menurutnya, sistem algoritma tersebut membuat pengguna terus menerima konten sesuai kecenderungan pribadi, sehingga berpotensi terjebak dalam lingkungan informasi yang berulang dan sesama sekaprah. Hal ini menjadi tantangan besar di tengah derasnya arus informasi digital, karena masyarakat semakin sulit membedakan fakta dari narasi yang menyesatkan.
Nezar menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) telah mempercepat penyebaran informasi, namun kecepatan ini tidak diimbangi dengan kemampuan kritis masyarakat untuk memilah kebenaran. Di tengah ledakan informasi, ia menekankan pentingnya kemampuan mengenali informasi yang benar dan menghindari penyebaran misinformasi serta disinformasi.
Dalam kesempatan itu, Nezar juga menekankan peran penting komunitas dan pengguna internet untuk menangkal hoaks dan narasi menyesatkan. Ia mengajak para pengguna untuk lebih waspada dan kritis dalam mengonsumsi informasi di dunia digital, terutama di era di mana akses internet semakin mudah tetapi kebenaran informasi semakin sulit dipastikan.
Bagikan
Berita terkait
Wamenkomdigi Ungkap Algoritma Kini Pegang Kendali Distribusi Informasi
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 15.03
Efek Algoritma Medsos, Pengguna Dikurung Konten yang Disukai
Detik.com · 10 September 2026 pukul 19.30
Pemerintah Australia Usulkan Pengguna Medsos Bisa Pilih Algoritma Sendiri
JPNN.com · 11 September 2026 pukul 23.44
Pemerintah Australia Usulkan Pengguna Medsos Bisa Pilih Algoritma Sendiri
Detik.com · 11 September 2026 pukul 12.56