Pemerintah Australia Usulkan Pengguna Medsos Bisa Pilih Algoritma Sendiri
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Australia mengusulkan rancangan undang-undang "Digital Duty of Care" yang memungkinkan pengguna media sosial memilih antara konten berbasis algoritma atau hanya konten dari akun yang diikuti. Melalui sistem opt-in/opt-out, platform seperti TikTok, Instagram, dan Facebook wajib mengirimkan notifikasi kepada pengguna untuk menentukan preferensi tampilan konten mereka.
Kebijakan ini bertujuan memberikan kendali lebih besar kepada masyarakat dan mewajibkan perusahaan teknologi mengurangi risiko bahaya secara proaktif. Fokus perlindungan mencakup isu perundungan dan pornografi bagi anak-anak, serta kriminalitas dan kekerasan bagi orang dewasa. Perusahaan yang melanggar terancam denda lebih dari AU$100 juta.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 11 September 2026 pukul 12.56
Pemerintah Australia Usulkan Pengguna Medsos Bisa Pilih Algoritma Sendiri
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 15.03
Wamenkomdigi Ungkap Algoritma Kini Pegang Kendali Distribusi Informasi
JawaPos · 11 September 2026 pukul 00.00
Komdigi Ungkap Media Makin Kehilangan Audiens, Algoritma Ambil Alih
Detik.com · 10 September 2026 pukul 19.30
Efek Algoritma Medsos, Pengguna Dikurung Konten yang Disukai
Berita terkait
Pemerintah Blokir Ribuan Akun Medsos, Hasilnya Tidak Terduga
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 18.30
750.000 Akun Medsos Diblokir Total, Perintah Langsung Pemerintah
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 16.15
Pemerintah Turun Tangan, Warga Bisa Blokir Algoritma Media Sosial
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 17.35
Australia Siapkan Aturan Baru, Pengguna Bisa Matikan Algoritma Medsos
CNN Indonesia · 8 September 2026 pukul 15.45