Jakarta · Sabtu, 29 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Warga Singapura Makin Sedikit, Elon Musk: Manusia Akan Menghilang

Elon Musk kembali menyuarakan kekhawatirannya soal penurunan jumlah penduduk Singapura setelah Perdana Menteri Lawrence Wong mengumumkan langkah-langkah untuk meningkatkan tingkat kelahiran pada acara National Day Rally 2026. Langkah yang diusulkan antara lain bantuan keuangan sebesar SGD 70.000 (sekitar Rp 975 juta) per kelahiran hingga usia 17 tahun, penambahan cuti pengasuhan anak, dan akses lebih mudah bagi keluarga baru untuk mendapatkan apartemen Build-to-Order (BTO). Musk menanggapi dengan menulis "manusia sedang menghilang" dalam unggahan ulangnya di X, yang dilihat lebih dari 7,5 juta kali. Pernyataannya mendapat respon campuran dari publik, sebagian mendukung dan sebagian lainnya mempertanyakan konsistensi kebijakannya mengingat produksi robot secara massal.

Singapura tercatat memiliki Total Fertility Rate (TFR) terendah sebesar 0,87, jauh di bawah angka keberlangsamanan 2,1. Musk sebelumnya juga pernah memperingatkan pada Desember 2024 bahwa Singapura dan banyak negara lain berpotensi menuju kepunahan akibat rendahnya angka kelahiran, penuvahan populasi, dan penurunan angkatan kerja. Ia sendiri memiliki 14 anak dari empat pasangan dan meyakini bahwa memiliki anak penting untuk menjaga warisan positif bagi masa depan.

Beberapa warganet menyoroti bahwa biaya tinggi, terutama perumahan, menjadi faktor utama penghalang untuk memiliki anak. Mereka juga menegaskan bahwa sebuah peradaban tidak runtuh hanya karena kekurangan penduduk, melainkan ketika memiliki anak dianggap tidak rasional secara ekonomi.

Berita terkait