Waspada Bahaya Mikroplastik Jadi "Kuda Troya" dari Dalam Tanah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sebuah proyek penelitian multinasional selama lima tahun yang didanai Uni Eropa, melibatkan 22 studi, menemukan mikroplastik di 227 lahan pertanian di 11 negara Eropa. Mikroplastik bertindak sebagai "kuda Troya" yang membawa pestisida, bakteri, dan materi genetik, menciptakan plastisphere — habitat baru bagi mikroorganisme. Studi di Swiss menunjukkan lahan dengan partikel keausan ban tinggi juga mengandung bahan kimia beracun dan logam berbahaya. Penelitian ini juga menemukan gen resistensi antibiotik di plastisphere, yang dipengaruhi oleh pestisida. Mikroplastik berukuran kecil justru lebih mudah menyerap polutan dan mengganggu fungsi tanah, termasuk siklus hara dan aktivitas cacing tanah penting. Dampaknya semakin parah saat tanaman juga mengalami kekeringan, menyebabkan penurunan luas daun, kandungan klorofil, dan biomassa tanaman selada. Para peneliti menekankan perlunya kebijakan baru untuk pemantauan plastik, transparansi produsen, dan penilaian risiko yang mempertimbangkan interaksi mikroplastik dengan polutan lain. Mereka juga menegaskan bahwa plastik biodegradable tidak selalu aman, karena tetap dapat terurai menjadi mikroplastik.
Bagikan
Berita terkait
'Terorisme Ekologi', Ujian Kesungguhan Negara
SINDOnews · 19 September 2026 pukul 13.45
Praktisi Lingkungan Sebut Pengelolaan Sampah Butuh Solusi Terintegrasi
JPNN.com · 18 September 2026 pukul 19.00
Kredit Keanekaragaman Hayati Buka Potensi Pendanaan Swasta untuk Konservasi
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 18.29
Ke Jakarta, Sherly Tjoanda Adukan 'PHP' Kementerian ATR/BPN
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 03.30