China Kasih Peringatan Keras ke Amerika, Ancam Pembalasan Penuh
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

China memperingatkan Amerika Serikat akan pembalasan penuh setelah Komisi Komunikasi Federal AS menambahkan perangkat robotik, termasuk robot humanoid, ke daftar pembatasan impor dengan alasan keamanan siber. Kementerian Perdagangan China menyatakan kebijakan ini merusak stabilitas ekonomi dan perdagangan bilateral. Beijing mendesak AS mencabut keputusan dan mengancam langkah balasan, seperti memperketat penjualan logam tanah jarang dan membatasi akses perusahaan AS ke pasar China.
Ancaman ini muncul menjelang pertemuan terencana antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada September. Persaingan teknologi AS-China meningkat, dengan AS mengisyaratkan kemungkinan sanksi terkait pencurian model kecerdasan buatan. Data Counterpoint Research menunjukkan tiga perusahaan China mendominasi pasar robot humanoid global, dan saham UBTech sempat anjlok imbas isu ini. Distributor robot China di Amerika Utara bersiap menghadapi pembatasan dengan memperluas operasional di AS.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 10.22
China Sangkal Bakal Kirim 400 Peluncur Rudal ke Iran untuk Melawan AS
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 11.09
Zuckerberg Bela Model AI China, Apa Alasannya?
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 08.45
AS Larang Robot Buatan Asing, Upaya untuk Jegal China?
Berita terkait
China Balas Dendam, Respons Amerika Tidak Terduga
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 08.15
China Balas Dendam Makin Kejam, Amerika Sekarang Kena Batunya
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 12.35
China Balas Amerika, Respons Anak Buah Trump Tidak Terduga
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 08.15
Balas Dendam, China Hentikan Ekspor Drone Penting ke AS
SINDOnews · 6 Agustus 2026 pukul 07.56