2 Ribu Warga DIY Ajukan Sanggah, Usai Bansos Ditangguhkan Terindikasi Judol
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Lebih dari 2.000 warga di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang ditangguhkan penerimaan bantuan sosial (bansos) karena terindikasi terlibat judi online (judol) telah mengajukan sanggah. Menurut Kepala Dinas Sosial DIY, Suyarno, pengajuan sanggah ini masih dalam proses dan akan diusulkan ke Kementerian Sosial untuk keputusan akhir. Data warga yang ditangguhkan tersebut sedang dikumpulkan dan diproses, dengan jumlahnya mencapai ribuan di beberapa kabupaten, termasuk Gunungkidu yang hampir mencapai 1.000 kasus. Dari jumlah tersebut, sekitar 900 kasus sudah ditindaklanjuti. Namun, keputusan akhir untuk memberikan kembali bansos sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat. Dinas Sosial DIY hanya berperan sebagai fasilitator dalam proses sanggah dan perubahan status penerima bansos. Kasus yang ditemui bervariasi, mulai dari warga yang benar-benja terlibat judol hingga data pribadi seperti KTP atau HP disalahgunakan oleh orang lain untuk keperluan judol.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 16 September 2026 pukul 11.01
Warga Semarang Ramai-Ramai Ingin Masuk Desil 1–4 Agar Dapat Bansos
JPNN.com · 16 September 2026 pukul 10.02
Berharap Dapat Bansos, Warga Semarang Ramai-ramai Ingin Masuk Desil 1-4
Berita terkait
6 Ribu Penerima Bansos di Banyuwangi Terindikasi Judol, Penyaluran Ditunda
kumparan · 15 September 2026 pukul 14.56
Kemensos: 90 Persen dari 1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol
kumparan · 11 September 2026 pukul 19.57
50 Juta Warga RI Dapat Bansos ke Rekening 2027, Penggunaannya Bakal Diatur
Detik.com · 11 September 2026 pukul 07.25
Ketahuan Main Judol, 20 Ribu Penerima Bansos di Bekasi Dicoret
JawaPos · 7 September 2026 pukul 11.46