2 Staf PBB Ditahan Intelijen Taliban di Afghanistan, Tak Bisa Ditemui
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dua staf misi PBB di Afghanistan (UNAMA) ditahan oleh Direktorat Jeneral Intelijen (GDI) di Herat pada Minggu, 9 Agustus 2026. PBB belum diberi tahu mengenai tuduhan terhadap kedua staf tersebut dan belum diizinkan menemui keduanya selama dua hari. UNAMA mendesak otoritas Afghanistan untuk menghormati aturan mengenai hak istimewa dan kekebalan PBB. Penahanan ini terjadi setelah UNAMA menerbitkan laporan yang merekomendasikan pemerataan aturan mengenai penggunaan kekuatan, penangkapan, dan penahanan oleh institusi keamanan Taliban. Beberapa badan PBB masih beroperasi di Afghanistan, termasuk di bidang kesehatan dan bantuan kemanusiaan. Pemerintah Afghanistan belum memberikan tanggapan resmi mengenai penahanan ini. Afghanistan telah berada di bawah pemerintahan Taliban selama hampir lima tahun dengan penerapan hukum Islam yang ketat. Perempuan dilarang memasuki fasilitas PBB, termasuk bagi staf perempuan PBB. Sebelumnya, sekitar 20 pekerja bantuan kemanusiaan yang bekerja untuk mitra PBB ditahan di Juni 2026 di Provinsi Herat karena dituduh memiliki janggut tidak cukup panjang. Mereka kemudian dibebaskan setelah ditangkap oleh polisi moralitas.
Bagikan
Berita terkait
Bagaimana Pendukung Taliban Rayakan 5 Tahun Berkuasa?
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 20.20
Taliban Larang 2,4 Juta Anak Perempuan Afghanistan Mengenyam Pendidikan
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 19.23
2,4 Juta Anak Perempuan Afghanistan Dilarang Sekolah Sejak Taliban Berkuasa
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 14.30
Dua Diplomat Prancis Ditahan Iran atas Dugaan Intervensi Asing
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 09.00