Jakarta · Senin, 28 September 2026Cari
WargaKonoha

Presiden Iran Bantah Tuduhan soal Rencana Pembunuhan Trump

Presiden Iran Masoud Pezeshkian membantah tuduhan Amerika Serikat (AS) yang menuduhnya merencanakan pembunuhan Presiden AS Donald Trump. Pezeshkian menyampaikan pernyataan ini saat berkunjung ke New York, di bawah perlindungan US Secret Service, sehari setelah berpidato di Majelis Umum PBB. Ia menegaskan bahwa pemerintah Iran tidak pernah, baik secara terbuka maupun tersembunyi, berupaya membunuh Trump atau anggota keluarganya. Pernyataan ini muncul setelah US Secret Service sebelumnya menyatakan telah menemukan video dari stasiun TV pemerintah Iran yang mengancam nyawa Barron Trump, putra bungsu Donald Trump. Selain itu, Israel juga memberikan informasi intelijen kepada AS mengenai dugaan rencana pembunuhan Trump oleh Iran. Pada akhir 2024, Departemen Kehakiman AS mengumumkan dakwaan federal terkait rencana pembunuhan Trump yang diduga dilakukan oleh Iran sebelum pemilu presiden.

Pezeshkian juga membahas kondisi Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, yang belum pernah tampil di publik sejak dimulainya konflik. Ia menyatakan bahwa Khamenei "cukup sehat" dan pertemuan terbaru mereka berlangsung sekitar satu bulan lalu selama tujuh jam. Menurut intelijen AS, meskipun Khamenei mengalami luka, ia masih memainkan peran penting dalam merumuskan strategi perang bersama para pejabat senior Iran.

Juru bicara Gedung Putih Anna Kelly menanggapi pernyataan Pezeshkian dengan menyatakan bahwa rezim Iran telah membunuh ribuan rakyatnya sendiri, melakukan aksi terorisme, dan melancarkan serangan terhadap negara tetangganya. Kelly juga menyampaikan dukungan AS terhadap kebijakan yang bertujuan mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait