25 Merek Beras Fortifikasi Curang, Kerugian Capai Rp89 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Pertanian dan Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa 25 merek beras fortifikasi diduga tidak sesuai dengan standar kandungan yang tercantum pada label. Praktik curang ini diperkirakan menyebabkan kerugian sebesar Rp89 triliun bagi konsumen. Pemerintah telah memerintahkan penarikan produk dari peredaran, pencabutan izin usaha, dan proses hukum terhadap pihak yang terlibat. Temuan ini didasarkan pada hasil pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan ketidaksesuaian mutu dengan SNI 9314:2024 dan SNI 9372:2025. Pengujian dilakukan di beberapa lembaga bersertifikat seperti Laboratorium IPB Bogor, Laboratorium BRMP, Saraswanti Indo Genetech (SIG), dan Eurofins Angler Biochemlab. Para pelaku diwajibkan memastikan kepatuhan terhadap standar yang ditetapkan untuk melindungi konsumen, terutama kelompok rentan yang menjadi sasaran beras fortifikasi.
Bagikan
Berita terkait
Kemendag Temukan 3 Merek Beras Fortifikasi Bermasalah, Produk Diminta Ditarik dari Pasaran
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 18.59
Antisipasi 40 Merek Beras Fortifikasi Ditarik, Bulog Sidak Stok Ritel
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 13.11
Pemerintah Bakal Rugi Rp 71 Triliun Gegara Beras Fortifikasi
JPNN.com · 1 Agustus 2026 pukul 09.25
Apa Itu Beras Fortifikasi yang Mentan Duga Dimainkan Mafia?
CNN Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 15.58