Antisipasi 40 Merek Beras Fortifikasi Ditarik, Bulog Sidak Stok Ritel
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perum Bulog mengantisipasi penarikan 40 merek beras fortifikasi dari peredaran karena ketidaksesuaian kandungan gizi dengan label kemasan. Bulog melakukan sidak di ritel modern untuk memastikan stok beras premium tetap tersedia. Beras fortifikasi adalah beras biasa yang dicampur butiran kaya vitamin dan mineral seperti zat besi, asam folat, dan zinc. Bulog memproduksi 21 ton beras premium per hari untuk Jakarta dan 300 ton per hari secara nasional. Produk Bulog seperti Punokawan dan Befood Sentra Ramos dijual Rp74.500 per 5 kg, lebih murah dibanding merek lain yang mencapai Rp126.900. Bulog berencana mengalihkan Cadangan Beras Pemerintah menjadi beras premium untuk menekan harga.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membongkar dugaan penyimpangan beras fortifikasi yang dijual hingga Rp42.000 per kg, padahal biaya fortifikasi hanya Rp700-1.000 per kg. Hasil lab menunjukkan banyak produk tidak memenuhi SNI 9314:2024 dan SNI 9372:2025 soal kandungan vitamin B1, asam folat, vitamin B12, zat besi, dan seng. Kementan akan mencabut izin edar produk tak sesuai dan menindaklanjuti secara pidana melalui Satgas Pangan. Penarikan massal belum dilakukan karena proses masih tahap awal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 11.25
Heboh Beras Fortifikasi Abal-abal, Bos Bulog Sampai Sidak-Ini Hasilnya
Berita terkait
Bulog Jaga Stok Ritel Antisipasi 40 Merek Beras Fortifikasi Ditarik
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 13.11
BGN Setuju Usul MBG Pakai Beras Fortifikasi Demi Cegah Gejolak Harga
CNN Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 20.47
Bos BGN Ingatkan Tugas Bulog Tetap Jaga Stok, Respons Soal Beras MBG
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 19.55
Bantuan Pangan Rp 75 M Meluncur buat Warga Terdampak Gempa di NTT
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 19.30