3 Alasan Negara-negara Arab Mulai Ketakutan dengan Permainan Ganda Iran dengan Proksinya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Negara-negara Teluk, khususnya Arab Saudi, mengkhawatirkan strategi 'permainan ganda' Iran yang menggunakan kelompok proksi untuk memicu kekacauan di Timur Tengah sambil tetap menyerukan perdamaian. Iran dinilai memberikan tekanan tidak langsung melalui sekutunya meskipun mengundang dialog keamanan kolektif secara terbuka.
Kekhawatiran ini diperkuat oleh aksi kelompok Houthi di Yaman yang mengancam pelayaran Laut Merah dan terus menyerang pangkalan udara Saudi di Khamis Mushait menggunakan drone dan rudal balistik. Eskalasi ini menyebabkan pembatalan pertemuan antara negara Teluk dan Iran di Oman. Meskipun Arab Saudi telah melakukan kampanye udara masif selama tujuh tahun dengan rata-rata 35.700 serangan per tahun, efektivitas operasi tersebut dalam meredam Houthi kini dipertanyakan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 22.10
Arab Saudi Pusing Tujuh Keliling Hadapi Houthi, Maju Kena-Mundur Kena
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 20.05
Kapal Komersial Iran Diserang di Selat Hormuz, Satu Orang Tewas
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 15.40
Siaga Kiamat Minyak, Perang Arab Makin Ngeri-Saudi Tutup Pipa 1.200 Km
Detik.com · 14 September 2026 pukul 14.10
Deklarasi BRICS Serukan Pengendalian Diri di Tengah Konflik Timur Tengah
Berita terkait
Serangan Houthi dan PMF ke Arab Saudi Jadi Kesalahan Besar Iran
SINDOnews · 29 Juli 2026 pukul 16.26
Siapa Saja Aktor Utama yang Terlibat Perang Yaman?
SINDOnews · 12 September 2026 pukul 10.31
Ini Gambaran Masa Depan Timur Tengah Versi Iran
SINDOnews · 26 Agustus 2026 pukul 15.58
Tak Bisa Mundur dari Perang Iran, Pakar Militer Sebut Trump Akan Cari Kambing Hitam
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 05.15