3 Cara Perang Iran Ubah Ekonomi Dunia, China Paling Untung Besar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perang Iran mengubah ekonomi global secara permanen. Amerika Serikat mengalami kenaikan harga bahan bakar di atas USD4, suku bunga hipotek mendekati 7%, serta biaya tambahan pengiriman untuk menutupi harga solar tinggi. Iran berhasil menguasai Selat Hormuz, jalur kritis yang menampung 13 juta barel minoir harian, sekaligus memutus pasokan minoir ke ekonomi global. Setelah serangan AS-Israel pada Februari, Iran mengubah taktik: alih-alih menutup selat, mereka membentuk Otoritas Selat Teluk Persia untuk mengatur navigasi dan memungut biaya lintas. Meskipun Iran setuju menghentikan biaya selama 60 hari setelah Kesepahaman Juni, mereka terus menyerang kapal yang tidak mendaftar. AS kemudian mengoordinasikan pelayaran gelap malam untuk menghindari drone Iran, namun operasi ini mahal dan menunjukkan pengaruh besar Iran atas Selat Hormuz. Analis menyebut Iran keluar dari konflik dengan posisi lebih kuat, memaksa negara bergantung pada minoir Timur Tengah beradaptasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 7 September 2026 pukul 21.53
Tiga Dampak Permanen Perang AS-Iran terhadap Ekonomi Global
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 21.27
Selat Hormuz Memanas Lagi, China Disebut Sudah 'Santai'
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 21.15
Belum Berani Masuk Daratan Iran, AS Alihkan Medan Pertempuran ke Laut
Berita terkait
6 Bulan Perang Iran, Trump dan Dunia Hadapi 6 Konsekuensi Pedih
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 10.30
Mengapa Perusahaan-perusahaan Minyak Dunia Untung Besar karena Perang Iran?
SINDOnews · 5 Agustus 2026 pukul 12.38
Trump Pastikan Peran Selat Hormuz akan Berkurang
JPNN.com · 5 September 2026 pukul 10.15
AS Klaim Kawal 40 Kapal Angkut 18 Juta Barel Minyak Lewati Selat Hormuz
Detik.com · 3 September 2026 pukul 15.57