Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

Selat Hormuz Memanas Lagi, China Disebut Sudah 'Santai'

China dianggap lebih siap menghadapi krisis energi akibat potensi gangguan di Selat Hormuz dibandingkan negara lain. Menurut Igor Sechin, Kepala Eksekutif Rosneft, kemampuan ini didukung oleh cadangan minyak yang dimiliki China dan kerja sama energi yang erat dengan Rusia. Selat Hormuz merupakan jalur kritis untuk perdagangan energi global, sehingga gangguan di sana dapat memengaruhi pasokan minyak dan gas ke banyak negara, terutama di Asia yang bergantung pada impor energi. Dengan cadangan minyak yang cukup, China memiliki waktu lebih lama untuk mencari sumber pasokan alternatif. Hubungan energi dengan Rusia juga semakin kuat sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022 dan sanksi yang diterapkan oleh negara Barat. China diperkirakan akan menyumbang lebih dari 60 persen ekspor gas Rusia pada akhir dekade ini, menjadikannya pasar utama bagi energi Rusia. Kombinasi ini memberi Beijing keuntungan strategis dalam menjaga ketersediaan energi meski terjadi gangguan di jalur global.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait