Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

37 Gempa Susulan Hantam NTT, Paling Dahsyat Berkekuatan M 6,2

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengakhiri Peringatan Dini Tsunami di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada pukul 07.30 WIB setelah gempa bumi utama berkekuatan Magnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Gempa ini berpusat di koordinat 8,35 Lintang Selatan dan 121,37 Bujur Timur, sekitar 36 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, pada kedalaman 10 kilometer. Dalam dua jam observasi, terdeteksi 37 gempa susulan, dengan yang paling kuat mencapai Magnitudo 6,2. Gelombang tsunami kecil setinggi 0,3 meter terdeteksi di Labuan Bajo dan pesisir Sikka.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa ini disebabkan oleh aktivitas sesar naik busur belakang (back-arc thrust) dengan potensi kekuatan maksimal hingga Magnitudo 7,8. Ia memastikan bahwa intensitas gempa susulan akan meluruh dan mengecil seiring waktu. Meski demikian, Wijayanto mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama di dekat bangunan yang retak atau rusak.

Dampak gempa tersebut terlihat dari beberapa tingkatan skala intensitas MMI. Pada VII MMI, gempa dirasakan di Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Ngada, dan Kota Mbay, menyebabkan warga keluar rumah dan kerusakan ringan pada bangunan. Pada VI MMI, dirasakan di Wolowae dan Kota Bajawa. Pada V MMI, dirasakan di Kota Borong dan Ruteng, membangunkan warga dari tidur. BMKG terus memantau aktivitas gempa susulan dan ketinggian air laut, serta akan mengabarkan pemutakhiran data secara berkala.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait