50 Tahun Berlalu, Jejak Mao Zedong Terus Bayangi China Modern
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Lima dekade setelah kematian Mao Zedong, warisannya tetap membayangi China modern melalui sistem politik otoriter yang tersentralisasi dan prinsip supremasi Partai Komunis Cina (PKC). Meskipun China telah bertransformasi menjadi ekonomi kapitalis global terbesar kedua di dunia, inti institusional yang menempatkan partai di atas negara dan masyarakat tetap bertahan sebagai fondasi kekuasaan.
Di bawah kepemimpinan Xi Jinping, terdapat kembalinya metode tata kelola era Mao, seperti penguatan otoritas pribadi dan persatuan ideologi. Namun, para ahli mencatat perbedaan mendasar: Mao adalah revolusioner anti-birokratis yang sering melampaui institusi partai, sementara Xi memperkuat kekuasaannya justru melalui penguatan struktur dan aparatur partai. Saat ini, muncul nostalgia masyarakat terhadap era Mao sebagai bentuk kritik terselubung terhadap ketimpangan sosial dan korupsi di masa kini.
Bagikan
Berita terkait
Xi Jinping Tantang Pengaruh AS di Timur Tengah: ‘Campur Tangan Eksternal Harus Ditolak’
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 05.48
Jarang-jarang Kunker ke Mesir, Xi Jinping Bicara Nasib Timur Tengah
Detik.com · 3 September 2026 pukul 11.06
Xi Jinping Bakal Temui Trump di Washington, China-AS Menuju Akur?
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 08.05
Putin, Trump, dan Xi Jin Ping Berpeluang Bertemu di November
Detik.com · 3 September 2026 pukul 07.55