Jakarta · Selasa, 25 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

AS Perluas Sanksi Ekonomi untuk Iran, Teheran Ancam Balas Dendam

Amerika Serikat memperluas sanksi ekonomi terhadap Iran, dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan sanksi baru pada Senin (24/8). Sanksi ini menargetkan 60 individu, entitas, dan kapal, namun belum mencakup sanksi paling berat terhadap negara yang masih berdagang dengan Iran. Washington juga belum menyebutkan negara mana yang akan menjadi sasaran atau kapan sanksi akan diberlakukan. Bessent memperingatkan bahwa negara yang tetap bertransaksi dengan Iran berisiko dikeluarkan dari sistem keuangan berbasis dolar AS.

Pemerintah Iran menyatakan siap menghadapi sanksi baru dari AS. Menteri Ekonomi Iran Ali Madanizadeh menyebut langkah Washington sebagai serangan ekonomi dan menegaskan bahwa Teheran telah menyiapkan instrumen untuk merespons. Iran juga mengandalkan dukungan dari mitra seperti China dan Rusia, yang diharapkan tidak mengikuti kebijakan AS. Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi memperingatkan akan memberikan pukulan berat terhadap kepentingan vital AS jika infrastruktur Iran terancam.

Konflik antara AS-Israel dan Iran masih belum menunjukkan jalan ke penyelesaian diplomatik, hampir enam bulan sejak serangan dimulai. Serangan tersebut melemahkan kemampuan militer konvensional Iran dan menekan perekonomiannya, namun Iran masih memiliki kemampuan rudal dan drone yang cukup untuk mengancam wilayah Teluk dan kapal di Selat Hormuz. Kondisi program nuklir Iran juga masih belum jelas secara pasti. Di tengah ketegangan ini, harga minyak turun lebih dari USD 2 per barel, meski investor tetap khawatir akan gangguan pasokan dari Timur Tengah.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait