7 Fakta 400 Senjata Nuklir Israel, Ada Keterlibatan Barat hingga Menegakkan Doktrin Begin
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Israel diketahui memiliki sekitar 400 senjata nuklir yang dikembangkan sejak 1952 melalui program yang melibatkan teknologi dan dukungan dari negara-negara Barat, terutama Amerika Serikai dan Prancis. Meskipun tidak pernah menandatangani Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan tidak tunduk pada inspeksi IAEA, rezim ini mempertahankan kebijakan ambiguitas yang selama lebih dari tujuh dekade tidak pernah ditantang secara serius oleh komunitas internasional. Keterlibatan Barat dalam pengembangan program nuklir Israel menimbulkan pertanyaan tentang konsistensi standar non-proliferasi yang diterapkan secara global.
Kritik ditujukan pada kemungkinan adanya standar ganda dalam kebijakan nuklir internasional, di mana kekuatan Barat yang mendukung non-proliferasi secara retoris justru terlibat langsung dalam pengembangan senjata nuklir Israel. Hal ini dianggap merusak kredibilitas rezim non-proliferasi global dan mencerminkan pola kebijakan pasca-kolonial yang diskriminatif. Utusan Iran kepada organisasi internasional di Viena baru-baru ini menegaskan bahwa kepemilikan senjata nuklir oleh Israel dan penolakannya untuk bergabung dengan NPT merupakan salah satu tantangan paling serius bagi kredibilitas hukum internasional dan usaha globa lusi nuklir.
Bagikan
Berita terkait
Netanyahu Telan Mentah-mentah Hoaks untuk Bikin Klaim Senjata Nuklir Iran
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 07.59
Antonio Guterres Desak Pengesahan Larangan Uji Nuklir, Berlakukan CTBT
VOI · 30 Agustus 2026 pukul 00.01
Dalam Sepekan, 1.030 Proyektil Ditembakkan Israel ke Lebanon Selatan
VOI · 29 Agustus 2026 pukul 21.01
Tucker Carlson Desak Donald Trump Dicopot terkait Ancaman Nuklir ke Iran
Media Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 20.21