7 Tanda Lansia Kekurangan Protein dan Cara Mengatasinya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Lansia rentan kekurangan protein karena penurunan massa otot alami seiring usia. Tanda-tandanya meliputi penyusutan otot, luka lama sembuh, rambut kering, kulit bersisik, serta mudah sakit. Protein penting untuk regenerasi sel, kekebalan tubuh, dan fungsi otak. Kekurangan berat bisa menyebabkan edema akibat rendahnya albumin darah. Lansia sebenarnya butuh lebih banyak protein—1,2 hingga 1,5 gram per kilogram berat badan per hari—karena tubuh menjadi kurang efisien memprosesnya. Contohnya, orang dengan berat 60 kg perlu 72–90 gram protein harian. Sampai 50–65 tahun, asupan protein tinggi dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih tinggi, termasuk kanker. Solusinya perbanyak sumber protein seperti daging, telur, ikan, dan kacang-kacang. Jika ada penurunan berat badan drastis, konsultasikan ke dokter untuk tes darah dan suplemen medis jika perlu.
Bagikan
Berita terkait
Manfaat Protein untuk Lansia: Mencegah Penyusutan Otot dan Menjaga Kemandirian
Media Indonesia · 2 September 2026 pukul 20.40
Apakah Kelebihan Protein Berbahaya bagi Ginjal Lansia? Cek Fakta dan Risikonya
Media Indonesia · 2 September 2026 pukul 21.26
9 Manfaat Jengkol yang Luar Biasa
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 08.43
Kapan Waktu Terbaik Makan Telur? Bisa Berbeda Sesuai Tujuan
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 20.35